Selain bebas Ganjil-Genap, Ini Dia Kelebihan Mobil Listrik- Otoclub Indonesia

Header Ads Widget

Highlight

6/recent/ticker-posts

Selain bebas Ganjil-Genap, Ini Dia Kelebihan Mobil Listrik

Kelebihan Mobil listrik

Industri otomotif Indonesia saat ini secara perlahan mulai menjalani peralihan dari kendaraan bermesin pembakar menuju teknologi elektrifikasi atau umum disebut sebagai mobil listrik. Hal ini terbukti dengan penjualan mobil listrik yang  terus mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir. 

Bahkan menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan jika penjualan mobil listrik pada Juli 2022 sudah melampaui sepanjang tahun 2021. Sebanyak 1.594 unit kendaraan listrik telah terjual dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). 

Mobil listrik tersedia dalam berbagai jenis, yakti Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Tertarik untuk memiliki mobil listrik? Sebelum Anda akhirnya memutuskan untuk membeli mobil listrik, ada baiknya ketahui dahulu kelebihan dan kekurangan mobil listrik. Mari simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Kelebihan Mobil Listrik

Di luar negeri, mobil listrik bukan hal yang baru. Namun, di Indonesia sendiri tentunya masih banyak yang bertanya-tanya mengenai kelebihan mobil listrik. Terlebih lagi saat ini masih terbatasnya pilihan produsen mobil listrik dibandingkan dengan mobil mesin konvensional. Berikut ini kelebihan mobil listrik. 


1. Ramah Lingkungan

Salah satu alasan seseorang memutuskan untuk membeli mobil listrik adalah karena mobil tergolong ramah lingkungan, apalagi jika dibandingkan dengan mobil konvensional. Mobil full electric sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga tidak mengeluarkan emisi, begitupun dengan mobil listrik bertipe hybrid yang mampu menekan emisi gas buang. 

Alasan ini juga yang membuat pemerintah terus mendorong masyarakat untuk menggunakan mobil listrik sebagai solusi dari polusi udara  khususnya di kota-kota besar di Indonesia. 


2. Kabin Senyap

Jika Anda mencari kenyamanan berkendara, maka mobil listrik bisa jadi pilihan. Hal ini dikarenakan mobil listrik tidak memiliki proses pembakaran dalam mesin sehingga kabin lebih senyap. Mobil listrik juga tidak mengeluarkan getaran dan membuat perjalanan menjadi lebih nyaman. 


3. Bebas Ganjil Genap

Kelebihan memiliki mobil listrik, khususnya di DKI Jakarta adalah Anda bisa tetap menggunakannya setiap hari tanpa khawatir ditilang karena melanggar peraturan ganjil genap. Sesuai dengan kebijakan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang pembatasan lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap, mobil listrik bebas melewati jalan di DKI Jakarta. 


4. Perawatan Mobil Listrik Lebih Murah

Seperti yang Anda tahu jika mobil konvensional memiliki mesin yang  terdiri dari banyak komponen yang perlu diperhatikan. Untuk itu melakukan service rutin wajib dilakukan untuk pemilik kendaraan konvensional, seperti mengganti oli, busi, filter oli, dan lainnya. 

Namun, tidak demikian dengan mobil listrik yang mana biaya perawatan untuk jangka panjang tergolong lebih murah mengingat tidak adanya mesin pembakaran yang perlu perhatian khusus. Bahkan menurut penelitian Consumer Reports menyebutkan jika pengguna mobil listrik ataupun tipe hybrid bisa menghemat hingga 50% biaya pemeliharaan dan perbaikan. 


5. Biaya Pengisian Daya Baterai Lebih Murah

Anda mungkin bertanya-tanya berapa biaya pengisian daya baterai pada mobil listrik, apakah lebih mahal dibandingkan dengan membeli bensin? Kelebihan mobil listrik lainnya adalah biaya pengisian daya baterai yang lebih murah dan stabil daripada biaya pengisian BBM. 

Contohnya mobil listrik Tesla Model X yang membutuhkan biaya sekitar Rp130.000 hingga Rp150.000 untuk pengisian full baterai. Dengan daya tersebut, mobil mampu menempuh jarak sejauh 350 km. Sementara untuk jarak tersebut pada mobil konvensional membutuhkan biaya pengisian bahan bakar sekitar Rp500.000. 


6. Mobil Lincah dan Gesit

Jangan anggap remeh performa mobil listrik karena mobil ini menawarkan mesin dengan torsi puncak langsung begitu pedal akselerator diinjak. Hal inilah yang membuat mobil listrik sangat lincah dan gesit, terutama dalam situasi stop and go. Berbeda dengan karakter mobil konvensional yang baru bisa menyentuh torsi puncak pada putaran mesin tertentu. 


Kekurangan Mobil Listrik

Meskipun menawarkan kelebihan, sayangnya mobil listrik masih memiliki kekurangan dibandingkan dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak.  Berikut ini kekurangan mobil listrik yang patut Anda pertimbangkan. 


1. Harga mobil listrik relatif lebih mahal

Bukan rahasia lagi jika harga mobil listrik masih relatif mahal. Mobil listrik termurah di Indonesia saat ini adalah Wuling Air EV yang dijual dengan harga mulai dari Rp 230 jutaan per Agustus 2022 menurut data wholesales Gaikindo. 

Ada beberapa alasan mengapa mobil listrik terbilang mahal. Salah satu yang paling mendasar adalah harga baterai yang masih mahal. Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira yang dikutip dari laman Kompas.com, menyebutkan jika harga baterai untuk kendaraan listrik adalah 40 persen dari harga mobil listrik. 


2. Charging Station yang Terbatas

Dikarenakan sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan mobil konvensional, jumlah charging station  masih terbatas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik dengan menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di Indonesia. 

Saat ini baru terdapat 332 unit SPKLU di 279 lokasi publik dan 369 unit SPBKLU yang tersebar di Indonesia. Pemerintah juga telah menyediakan charging station di destinasi pariwisata seperti di Bali dalam rangka Pesidensi G20. Untuk mendukung transformasi kendaraan listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga akan mengajak pihak swasta untuk mendirikan SPKLU sebanyak-banyaknya. 


3. Waktu Pengecasan Lama

Salah satu pertimbangan yang perlu Anda ketahui dari kendaraan listrik adalah waktu pengecasan yang terbilang lama. Durasi pengecasan sebenarnya tergantung cara yang digunakan. Misalnya saja mobil listrik Hyundai melalui wall charger membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam untuk penuh. 

Sementara untuk di SPKLU dengan fasilitas fast charging, umumnya waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya baterai 100 persen sekitar 1-2 jam. Durasi ini tentunya terbilang lama dibandingkan dengan pengisian BBM yang hanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit. 


4. Harga Baterai Mahal

Seperti yang disinggung sebelumnya, kekurangan mobil listrik salah satunya adalah harga baterai yang mahal. Baterai menjadi komponen terpenting pada mobil listrik sehingga produsen memberikan garansi cukup panjang hingga 8 tahun atau 160.000 km. 

Saat ini memang belum banyak ditemui kasus mobil listrik yang harus ganti baterai. Namun, kualitas baterai mobil bisa menurun seiring waktu dan Anda membutuhkan penggantian baterai mobil dengan biaya yang cukup tinggi. 

Demikianlah informasi seputar kelebihan dan kekurangan mobil listrik. Pada akhirnya seiring dengan perkembangan teknologi keberadaan mobil listrik akan semakin diminati. Bagaimana? Tertarik untuk beralih ke mobil listrik?

Tahukah Anda, dengan semakin populernya penggunaan mobil listrik di tengah-tengah masyarakat, telah membuka peluang baru bagi bisnis rental mobil. Tidak sedikit penyedia layanan sewa rental mobil saat ini yang telah berani menyediakan dan menawarkan armada kendaraan listrik untuk para konsumennya. Lalu bagaimana postensi penggunaan mbil listrik untuk layanan sewa rental mobil dimasa yang akan datang? Silahkan baca ulasan selengkapnya pada artikel Potensi Sewa Mobil Listrik di Indonesia.